Promosi Doktor a.n dr. Budi Baktijasa Dharmadjati, SpJP(K)

Tanggal 10 Agustus 2022 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran FKUB telah meluluskan mahasiswa atas nama Budi Baktijasa Dharmadjati dan telah resmi menyandang gelar (Dr.). Dr. dr. Budi Baktijasa Dharmadjati, SpJP(K) adalah Kepala Instalasi Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT), RSUD Dr Soetomo Surabaya. dr Budi telah mempersentasikan hasil Disertasinya dengan judul Peran dan Dosis Reversine serta Pasase pada Dediferensiasi Tingkat Lanjut dan Maturasi Sel Dedifferentiated Fat (DFAT) menjadi Kardiomiosit. Dr. dr. Budi Baktijasa Dharmadjati, SpJP(K)  menerbitkan 2 jurnal internasional bereputasi dengan Komisi Pembimbing, Promotor : Prof.Dr.dr. Djanggan Sargowo, Sp.PD.,Sp.JP.(K) Ko-promotor 1: Prof.Dr.drh. Aulanni’am, DES. Ko-promotor 2 : Prof. Dr. dr. Budi Susetyo Pikir, Sp.JP. Berikut ringkasan disertasi beliau :

Gagal jantung merupakan masalah kesehatan yang kompleks akibat tingginya morbiditas dan mortalitas, sehingga terapi yang definitif dan efisien merupakan harapan dan tujuan jangka panjang dalam pengembangan tatalaksana. Pendekatan-pendekatan saat ini tidak benar-benar mengatasi permasalahan sebenarnya, yaitu disfungsi kardiomiosit yang luas dan progresif, sehingga diperlukan pendekatan baru yang diharapkan dapat memodifikasi proses remodeling, mampu meregenerasi kardiomiosit, dan memperbaiki performa ventrikel jantung.

Sel DFAT memiliki plastisitas untuk berdiferensiasi menjadi beberapa tipe sel yang berasal dari tiga lapisan germinal, antara lain skeletal myoblast, sel endotel vaskular, sel neuron, dan sel otot polos uretra. Reversine adalah small molecule turunan purin yang terbukti mampu menginduksi dediferensiasi sel yang unipoten menjadi yang bersifat lebih multipotent sehingga sel tersebut dapat diarahkan menjadi sel lain dalam garis turunan yang sama atau bahkan dari garis turunan yang berbeda dengan paparan stimulus dan medium yang sesuai. Kultur sel punca dipengaruhi oleh tingkat pasase. Semakin tinggi tingkat pasase maka semakin tinggi pula tingkat senescensenya, sehingga kemampuan proliferasi dan diferensiasi sel punca menjadi sel matur akan berkurang. Sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan pengaruh reversine dan pasase terhadap proses dediferensiasi lanjut dari sel DFAT, untuk diarahkan menjadi kardiomiosit sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan reversine terhadap diferensiasi lebih lanjut yang ditandai dengan ekspresi brachyury, Oct4, dan Flk-1 secara RT-qPCR dan perbedaan tingkat pasase serta dosis reversine terhadap diferensiasi sel DFAT menjadi kardiomiosit yang ditandai dengan ekspresi penanda GATA-4 dan cardiac troponin T (cTnT). Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan model post test design yang menyertakan semua sampel dari tiga replikasi dari masing-masing kelompok. Karakteristik dari sel DFAT dan distribusi penanda sel pluripoten maupun mesodermal akan disajikan secara deskriptif.