Prestasi Dosen dan Alumni PSDIK dalam Pengembangan Inovasi Produk Makanan Halal yang Dapat Mencegah dan Mengendalikan Penyakit Kardiovaskular

Prof.Dr.dr. Djanggan Sargowo, Sp.PD.,Sp.JP.(K), yang merupakan salah satu staf dosen pada Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran (PSDIK) FKUB, kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Beliau dengan aktif melaksanakan kerjasama di bidang penelitian dengan beberapa Alumni PSDIK dalam pengembangan produk Beberapa Alumni PSDIK yang terlibat dalam kerjasama penelitian ini adalah Prof. Dr. dr. Yudi Her Oktaviono, SpJP.(K) dan Dr. dr. Ermin Rachmawati,M.Biomed.

Kerjasama penelitian ini menjadi salah satu upaya untuk dapat meningkatkan keterlibatan alumni dalam meningkatan kualitas kegiatan Tri Dharma serta prestasi di PSDIK. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan mampu meningkatkan kerjasama antara UB dengan institusi/kampus perguruan tinggi lain untuk menghasilkan produk-produk hasil inovasi yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Seperti yang tertera dalam kutipan berita tanggal 23 Agustus 2022

https://kumparan.com/makhyan-jibril/um-ub-dan-unair-ciptakan-inovasi-produk-halal-untuk-penyaki0t-kardiovaskular-1yiWHIaqGwd/full

Dan

https://www.kompasiana.com/makhyanj/6304d2af04dff01a3e0a9da2/riset-kolaborasi-indonesia-um-ub-unair-untuk-

Kerjasama penelitian yang berjudul “Inovasi Pengembangan Produk Halal Berbasis Budaya Lokal Ekstrak Fermentasi Sambal Lalapan Sebagai Terapi Suportif dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kardiovaskuler” ini mendapatkan pendanaan dari program Riset dan Kolaborasi Indonesia (RKI). Tim penelitian ini dikoordinir oleh Dr. Suharti, SpD, M.Si, Dr. Ahmad Munjin Nasih, M.Ag dari UM, Prof Djanggan Sargowo dari UB, dan Prof Yudi Her Octaviano, SpJP(K) dari UNAIR (Alumni PSDIK). Selain itu tim yang terlibat diantaranya terdiri dari Dr. dr. Ermin Rachmawati,M.Biomed (alumni PSDIK); dr. Makhyan Jibril, Larasati Sekar Kinasih, M.Gz, dan juga beberapa mahasiswa S1 dari Kedokteran, Biologi serta PPDS Kardiologi. Penelitian ini dilaksanakan di kota Surabaya dan Malang dengan menggunakan beberapa fasilitas dari laboratorium di UB, UNAIR, dan UM. (IW-NW/PSDIK)